,

Ingin Jual Senjata Api Jenis Revolver, YSF Diamankan Polres Belitung

oleh
oleh

BELITUNG, belitonginfo.com – Polres Belitung mengamankan seorang lelaki yang ingin menjual sebuah senjata api berjenis revolver, Sabtu (28/10/2023).

Tersangka yang berinisial YSF (36) menurut pengakuanya kepada pihak Polres Belitung, ia disuruh untuk jual senjata api tersebut oleh seseorang yang berinisial A.

“Saudara YSF ini membawa, menyimpan dan menyembunyikan senjata api dan amunisi ilegal, tanpa izin,” ujar Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Dedy Nuary.

Penangkapan YSF ini bermula dari informasi masyarakat ke Polres Belitung yang menyebut akan ada transaksi jual beli untuk senjata api jenis revolver tesebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Deki Marizaldi menyebutkan, kejadian penangkapan tersebut terjadi pada Minggu (22/10), sekitar Pukul 16.00 WIB. Bertempat di Jalan Hasyim Idris, Gang TK Pembina, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

“Jadi dari hasil pengakuan YSF tadi, bahwa dia disuruh oleh temannya inisial A yang sekarang akan kita tindaklanjuti, untuk menjualkan senjata api tersebut seharga 2 juta 5 ratus (Rp. 2.500.000). Namun sebelum ada pembeli, sebelum ada yang transaksi, kita sudah gagalkan,” tandasnya.

Karena hal tersebut, YSF terancam hukuman pidana 20 tahun penjara. Dengan ketentuan Pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951.

Polres Belitung juga meminta kepada masyarakat, jika ada hal-hal yang mencurigakan agar segera melaporkan hal tersebut ke Pihak Kepolisian.

Baca Juga : Komunitas Barista Belitung Ikuti Lomba Racik Kopi Dalam Rangka HUT PP ke-64


Jangan. Lupa. Kunjungi. Facebook (Dengan Kamu. Mengklick. Link. ini. Kamu. Akan. Masuk. ke Facebooknya. Belitong Info). Ayo Klik Sekarang Juga.

Atau Kamu Juga Dapat Melihat Instagram , Twitter , Linkedin , Tumblr , Medium Kami. atau. bisa mengunjungi Google News Kami.

Kami Juga Ada Channel Youtube. Untuk Melihat Berita kami Secara Visual. Ayo Sekarang Juga Bergabung. Bersama Kami

No More Posts Available.

No more pages to load.